Oleh: Diding Wahyudin | September 29, 2008

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429 H

Menjelang hari Idul Fitri 1 Syawal 1429 H yang penuh berkah ini, tiada kata yang layak diucapkan dari lubuk hati yang paling dalam, yaitu : “SELAMAT IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN”

Iklan
Oleh: Diding Wahyudin | Februari 4, 2008

Gema Kehidupan

Seorang laki-laki dan anak laki-lakinya sedang berjalan di tengah hutan. Tiba-tiba anaknya tersandung dan merasakan sakit yang pedih sehingga dia berteriak, “Ahhh”. Dengan terkejut, dia mendengar sebuah suara yang berasal dari gunung, “Ahhh”. Dipenuhi dengan rasa penasaran, dia berteriak: “siapa kamu?”, namun jawaban yang hanya dia dapatkan adalah “siapa kamu?”. Hal ini membuat marah, sehingga dia berteriak : “kamu seorang pengecut”, dan suara yang menjawab adalah: “kamu seorang pengecut”. 

Dia memperhatikan ayahnya, “apa yang sedang terjadi, Ayah?”“Nak,” laki-laki tersebut menjawab, “perhatikanlah !” kemudian dia berteriak, “saya mengagumimu !”, ada suara menjawab : “saya mengagumimu!”, ayahnya berteriak: “kamu hebat”, dan suara tersebut menjawab: “kamu hebat”. 

Anak laki-laki itu terkejut, namun masih belum memahami apa yang sedang terjadi. Kemudian ayahnya menerangkan, “Manusia menyebut ini ‘gema’, namun sebenarnya itu adalah ‘kehidupan’, kehidupan selalu mengembalikan apa yang kamu keluarkan. 

Kehidupan adalah cermin tindakanmu.  Jika kamu menginginkan lebih banyak cinta, maka berilah lebih banyak cinta!, jika kamu menginginkan lebih banyak kebaikan, maka berilah lebih banyak kebaikan, Jika kamu menginginkan pemahaman dan penghormatan, maka berilah pemahaman dan penghormatan.Jika kamu ingin orang lain bersabar dan hormat kepadamu, maka bersabar dan hormatilah mereka, aturan ini berlaku di setiap aspek kehidupan”. 

Dicuplik abis dari majalah warta bapeda

Oleh: Diding Wahyudin | Januari 4, 2008

Menilai Diri Pada Tahun 2007

Rasanya baru saja tiba di tahun 2007 setelah melepas kepergian Tahun 2006, sekarang sudah harus berpisah lagi dan akan menuju Tahun 2008. Rasanya dunia ini cepat sekali berputar. Dari hari kehari, minggu keminggu, bulan ke bulan dan tahun demi tahun seperti cepat berubah dan beredarnya, padahal perputaran bulan, bumi dan matahari itu konstan atau tetap pada porosnya Jadi apa sih yang terasa cepatnya ?

Yang jelas, karena kesibukan manusia itu sendiri yang menyebakan pergantian tahun itu serasa cepat. Coba kita perhatikan, mulai hari Senin sampai dengan Sabtu kita bekerja mulai pukul 08.00 hingga sore hari. Tiba di rumah setelah menempuh perjalanan nan macet dan melelahkan di sore hari. Beristirahat sebentar dan kemudian tidur. Paginya, bangun kembali dan terus berangkat ke tampat kerja. Itu-itu saja yang kita lakukan sepanjang hari dalam satu tahun. Kadang-kadang diselingi dengan rekreasi. Dalam siklus kehidupan seperti itu, rasanya kita ini seperti mesin yang berputar terus pada porosnya.

Pergantian tahun itu, tetap akan dilalui dan oleh karena itu langkah yang tepat dalam menyongsong tahun baru, adalah menilai langkah kita, sepak terjang kita, hasil dan kendala yang dicapai, dlsb. selama satu tahun itu.

Kalau kita menggunakan ukuran agama, maka seberapa banyak langkah dan sepakterjang kita berkesesuaian dengan tuntutan agama. Misalnya, shalat kita. Apakah konsisten dilaksanakan dan berkualitas sehingga berpengaruh pada perilaku. Sedekah kita, apakah secara rutin kita keluarkan sehingga ikut membantu orang miskin. Puasa kita, apakah berpengaruh pada hati kita, sehingga dapat memperhalus budi pekerti terutama dalam menyantuni orang miskin. Semua indikator keagamaan itu, sebaiknya kita nilai dan evaluasi. Sudahkah sesuai dengan tuntutan ajaran agama.

Kalau kita menggunakan ukuran keduniawian, maka indikator-indikatornya adalah seberapa besar kemajuan usaha kita. Seberapa besar kemajuan kinerja kita. Seberapa besar pelayanan kepada masyarakat. Seberapa tinggi pendidikan kita. Seberapa banyak partisipasi kita terhadap negara dan bangsa ?

Sederetan pertanyaan itu, kita jawab pada saat pergantian tahun dengan tujuan untuk menilai seberapa keberhasilannya dan seberapa kendala atau permasalahannya sehingga ketika menapak awal tahun 2008, bisa berjalan sesuai yang diharapkan atau bisa “on the track”.

Selamat dan Sukses Untuk tahun 2008

Older Posts »

Kategori